3 Langkah Mudah Mempersiapkan Pensiun Dini

uang-online
Uang Online

Tak sedikit orang yang memilih untuk pensiun dini dengan berbagai alasan, mulai dari jarak rumah dan kantor yang jauh hingga merasa sudah cukup kerja berpuluh-puluh tahun dan waktunya menikmati hari tua.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pensiun dini sebaiknya kamu mempersiapkan beberapa hal agar tetap hidup nyaman di kemudian hari.

Apa saja itu? Berikut lima di antaranya:

1. Menentukan target

Langkah pertama yang harus kamu lakukan jika berniat untuk pensiun dini adalah dengan menentukan target. Misalnya, di usia 45 tahun atau 50 tahun harus sudah tak bekerja.

Dengan menentukan target, kamu bisa mulai memperkirakan berapa uang yang harus ditabung setiap bulannya untuk mencapai pensiunan yang bahagia.

Misalnya, saat ini usia kamu 25 tahun dan ingin pensiun di usia 50 tahun. Maka masih ada waktu 25 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun dengan gaji sekarang sebesar 10 juta rupiah.

Jika menerapkan sistem 50/20/30, maka dalam satu bulan kamu harus menyisihkan uang Rp 2 juta untuk di tabung. Jadi, semakin besar penghasilan yang kamu peroleh, maka semakin banyak juga jumlah uang yang harus ditabung.

2. Mempersiapkan dana keperluan anak

Saat sudah menikah dan memiliki anak, maka kamu tentu harus menyiapkan bujet ekstra untuk memenuhi segala keperluan anak, terutama pendidikan. Apalagi biaya pendidikan semakin mahal, karena itu kamu harus memiliki tabungan terpisah khusus untuk anak.

Selain itu, kamu juga bisa membeli asuransi pendidikan agar pendidikan anak tetap terjamin hingga perguruan tinggi. Ingat, pendidikan itu sangat penting lho untuk masa depan sang buah hati.

3. Menghitung utang

Utang memang tak bisa dipisahkan oleh manusia. Bahkan para selebriti hingga konglomerat aja pasti memiliki utang. Misalnya aja utang cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit dan lainnya.

Karena itu, kamu harus menghitung semua utang yang kamu miliki. Misalnya kamu cicil rumah selama 15 tahun sebesar 5 juta rupiah. Sementara penghasilanmu di angka Rp 15 juta. Maka, kamu hanya memiliki sisa uang Rp 10 juta yang belum dibagi ke pos-pos pengeluaran lainnya.

Tapi seberapa besar pengeluaranmu setiap bulan, kamu tetap harus mematok angka untuk ditabung setiap bulan dan harus konsisten agar tujuanmu pensiun dini tercapai.

Tips Menghemat Gaji dalam Sebulan, Yuk Buktikan!

uang-online
Uang Online

Gaji yang terbatas butuh diatur agar pas sebulan. Itu dilakukan agar kita tidak perlu hidup pas-pasan saat tengah bulan. 

Charles Caleb Colton mengingatkan, pendapatan alias gaji ibarat sepatu. Kalau terlalu kecil, penghasilan bisa menjepitmu. Sebaliknya, penghasilan yang besar mungkin membuat kamu tersandung dalam perjalanan. 

Nah, agar gaji yang diperoleh bisa pas selama sebulan, berikut lima cara menghemat gaji yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Susun Skala Prioritas dan Anggaran Bulanan

Hal pertama yang dapat dilakukan menghemat gaji di awal bulan ialah, membuat catatan skala prioritas. Dengan menentukan prioritas, kamu lebih mudah mengatur penggunaan uang. Pastinya, alokasi penghasilan menjadi jelas dan terarah. Jadi, jangan sampai uang mengendalikanmu. 

Seperti kata Alistair Darling, uang diciptakan sebagai pelayan, bukan tuan atau ekonomi yang sebenarnya.

Setelah selesai, giliranmu untuk menerapkannya. Berarti, hal-hal di dalam prioritas itulah yang seharusnya diutamakan. 

Buat Jadwal Belanja 

Menghemat gaji bukan berarti kamu tidak bisa belanja atau shopping di mal, ya. Supaya kegiatan itu tetap dapat berjalan, buatlah jadwal shopping yang rutin. 

Kalau bujetmu masih sisa, bisa melakukan shopping sampai empat kali dalam sebulan. Sebaliknya, jika gaji terbatas, upayakan tidak lebih dari dua kali belanja.

Berkomitmen Tidak Menghabiskan Gaji Lebih dari 70%

Komitmen berawal dari kebiasaan. Uang akan membentuk tabiat, pola hidup, serta karakter kamu. Kalau kata Francis Bacon, uang sebenarnya hamba yang baik. Namun, tuan lah yang memiliki kebiasaan buruk.

Untuk simulasi dalam komitmenmu, coba sisakan 30 persen gaji untuk menabung. Tidak peduli berapa besar gaji kamu, nominal 30 persen itu harus masuk ke dalam tabungan. 

Misalnya, kamu mendapatkan penghasilan Rp 3 juta sebulan. Berarti, jumlah tabunganmu Rp 3 juta dikalikan 30 persen. Hasilnya sebesar Rp 900 ribu per bulan. Dengan demikian, kamu dapat menghemat gaji.

Tolak Kartu Kredit

Tawaran berhutang sering kali menggoda, apalagi dengan iming-iming unlimited. Tapi, sadarkah kamu? Kartu untuk kredit bisa menjerumuskan dalam kerugian finansial. T. Harv Eker pernah mengatakan; sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit untuk menghemat gaji.

Kartu kredit umpama pisau bermata dua. Suatu waktu mungkin bisa menyelamatkan; tapi di lain kesempatan malah menjebakmu dalam tagihan utang.

5 Bank untuk Pinjam Uang Online dengan Gaji Kecil

uang-online
Uang Online

Meski terbilang mudah, pinjam uang online tetap mensyaratkan minimal gaji untuk pemohonnya. Tapi tenang, gaji kecil pun masih bisa melakukan pinjam uang online.

Tapi di daerah lain tidak demikian. Begitu juga buat pekerja informal yang ketentuan gajinya gak mengikuti aturan pemerintah.

Nah, makanya penting untuk mengetahui bank yang punya program pinjaman online bagi mereka yang punya gaji kecil. Berikut ini bank tersebut:

1. Bank Permata

Pinjam uang online di Bank Permata berupa kredit tanpa agunan (KTA). KTA Permata maksimal 300 juta. Adapun tenornya sampai 36 bulan.

Salah satu syaratnya sih ada kepemilikan kartu berhutang selama 12 bulan. Tapi syarat ini dapat dinegosiasikan bila kamu bekerja di perusahaan yang bonafide, apalagi bila satu grup dengan Bank Permata.

2. Bank Mandiri

KTA Mandiri juga gak perlu penghasilan lebih dari 3 juta. Bahkan gaji 2,5 juta juga bisa kalau kantor kamu transfer gaji per bulan via Mandiri. Namun batas maksimal pinjaman hanya 200 juta.

Bila gaji tiap bulan dibayar via Mandiri, kamu bisa mendapat tenor hingga lima tahun. Tapi kalau payroll bukan Mandiri, periode cicilan hanya tiga tahun.

3. Bank BNI

KTA BNI bernama BNI Fleksi. Tenornya bisa sampai lima tahun. Kalau payroll lewat BNI, bisa pinjam sampai 100 juta. Tapi bila tidak, hanya 50 juta.

Bagusnya, gak perlu pakai kartu kredit sebagai syarat KTA BNI. Siapkan saja NPWP dan berkas identitas pribadi seperti KTP.

4. Maybank-BII

Ada BII PITA dari Maybank buat kita yang bergaji di bawah 3 juta. Malah kalau gaji Rp 2,5 juta juga masih bisa mengakses KTA BII ini.

Tapi ada syarat kepemilikan kartu untuk kredit selama 24 bulan dengan limit 5 juta. Bisa dicoba deh untuk negosiasi soal syarat kartu kredit ini. Gak ada biaya admin KTA-nya juga lho.

5. Amar Bank

Nah, ini dia bank yang lain dari lainnya. Amar Bank punya program KTA Tunaiku. Gak pakai kartu kredit, gak pakai jaminan, pinjaman bisa cair.

Biaya pelunasan dipercepat pun gak ada. Minimal pendapatan? 1 juta saja. Sangat menarik, tapi sayangnya batas maksimal pinjaman cuma 15 juta.

5 Alasan Kenapa Anak Millennial Hobi Belanja Online

uang-online
Uang Online

Fenomena belanja online di Indonesia kian populer, ditambah dengan pesatnya pertumbuhan pelaku industri e-commerce.

Dalam risetnya, MarkPlus memaparkan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kalangan usia muda gemar sekali melakukan belanja online.

1. Banyak Promo

Salah satu yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk belanja online adalah banyaknya promosi yang dilakukan oleh para pelaku industri e-commerce di Indonesia.

Para e-commerce berlomba-lomba menggelar promosi dengan segala kemudahannya dan menarik minat konsumen. Contohnya seperti flash sale, gratis ongkos kirim, hingga penukaran poin atau reward dengan hadiah atau potongan harga.

2. Harga Murah

Faktor kedua yang membuat masyarakat kian gemar melakukan belanja online adalah selisih harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko atau pusat perbelanjaan.

Selisih harga ini terjadi karena minimnya rantai perdagangan di e-commerce. Sebab dalam situs jual beli online biasanya produk yang dijual langsung dari produsen atau pabrik atau distributor pertama. Hal inilah yang membuat selisih harga produk di toko online lebih murah.

3. Reputasi Baik

Faktor ketiga dalam membentuk sebuah perilaku masyarakat yang berbelanja online adalah adanya reputasi yang baik di e-commerce itu sendiri. Hal ini akan membuat konsumen semakin percaya dan yakin bahwa sistem pada e-commerce tersebut menjamin sebuah keamanan dan transaksi konsumen hingga terjaganya data konsumen.

4. Metode Pembayaran Beragam

Faktor keempat adalah tidak adanya batas metode pembayaran pada e-commerce. Konsumen bisa dengan mudah memilih metode pembayaran yang diinginkan dan sesuai dengan rekening bank miliknya.

Pilihan yang beragam mulai dari bank transfer, kartu kredit, cicilan nol persen, cash on delivery, hingga pembayaran melalui gerai minimarket menjadi nilai lebih bagi e-commerce.

5. Pengiriman Barang Cepat

Faktor kelima yang membuat konsumen membelanjakan uangmya pada e-commerce adalah pengiriman pesanan atau barang yang relatif lebih cepat.

Pilihan jasa kurir yang beragam dan konsumen juga bisa memilih jangka waktu pengiriman, hingga pengiriman yang tersedia atau menjangkau lokasinya.

Saat ini pun e-commerce juga telah menyediakan pengiriman dalam satu hari atau same day yang bekerja sama dengan penyelenggara transportasi online Gojek dan Grab.

Gajian di Tanggal Muda? Lakuin 5 Hal Ini Yuk Biar Mapan!

uang-online
Uang Online

Wuih sudah gajian nih. Mumpung masih tanggal muda di awal, dan duit masih banyak di rekening, enaknya dipakai buat apa ya? Belanja atau makan-makan di resto mewah?

Awas, godaan di tanggal muda itu luar biasa bahaya lho. Karena tanpa disadari, hal tersebut bisa menggagalkan impian kita di masa depan. Impian itu apa aja bentuknya, sebut saja seperti ingin nabung beli rumah, nabung buat biaya pendidikan anak, atau membeli aset lainnya.

Buat kamu yang gak ingin tekor di tanggal muda karena tergoda oleh promo tersebut, maka lakukan saja hal ini demi masa depan yang lebih cerah. 

1. Nabung saham perbankan

Kinerja saham di Bulan Agustus 2019 terlihat agak menurun. Isu perang dagang dan beberapa sentimen negatif dari dalam negeri tampaknya membuat saham-saham perbankan mengalami penurunan.

Daripada memburu diskon di mall, kenapa gak memburu diskon di pasar modal saja? Harga saham bank BUMN itu lagi pada didiskon lho. Konon, kabar mengenai pergantian direksi bank-bank plat merah itulah salah satu faktor yang bikin investor panik.

2. Nikmati promo gajian untuk investasi P2P lending

Investasi ini tentunya bisa jadi alternatif investasi yang bisa kamu pilih untuk menggantikan investasi deposito. 

Investasi digital ini bisa memberikan keuntungan hingga 20 persen per tahun lho. Jumlah ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan deposito yang return-nya hanya 5 persenan. Belum lagi, investasi P2P lending bisa dimulai dari bujet Rp 100 ribuan dan uangnya bisa dicairkan kapanpun.

Akan tetapi, memilih situs P2P lending gak boleh sembarangan lho. Carilah yang sudah diawasi dan melewati regulatory sandbox Otoritas Jasa Keamanan. 

3. Tanggal muda, langsung bujeting

Daripada duit kepake buat hal-hal yang kurang atau gak nggenah, maka lebih baik lakukan bujeting saat ini juga agar pengeluaranmu terkontrol.

Melakukan bujeting di awal waktu juga bisa membantumu dalam mengontrol pengeluaran yang berkaitan dengan gaya hidup lho.

Lima cara itu antara lain adalah sistem amplop, 50/20/30, 60/20/20, 50/30/20, dan sistem zero bujeting. Kalau belum paham maksudnya, silahkan googling artikel soal ini ya. 

3 Produk Perbankan Ini Paling Banyak Digunakan Orang!

uang-online
Uang Online

Bank tidak hanya menawarkan fasilitas menyimpan pundi-pundi kekayaanmu dengan aman, tapi juga memberikan beberapa produk perbankan dengan segudang manfaat.

Secara harfiah, bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit serta lainnya guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Dari sekian banyak produk perbankan yang ada, inilah beberapa produk yang paling banyak digunakan orang. Apa saja? Berikut, tiga di antaranya:

1. Tabungan

Tabungan menjadi produk perbankan yang terbanyak digunakan oleh masyarakat untuk menyimpan uang mereka dengan aman.

Tabungan juga tak hanya terdiri dari satu produk saja, tapi juga sudah banyak jenisnya. Mulai dari tabungan rencana, tabungan haji, tabungan berjangka, dan lainnya.

2. Kredit

Selain tabungan, produk kredit juga menjadi salah satu produk perbankan yang paling laris digunakan oleh masyarakat. 

Pasalnya, produk yang satu ini sangat membantu masyarakat yang ingin membeli sesuatu atau membutuhkan uang dalam jumlah besar dan dapat dibayar dalam jangka waktu tertentu.

Ketentuan tentang produk kredit bank bahkan sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

Setiap kredit yang ditawarkan oleh bank memiliki beberapa karakteristik yang perlu banget kamu ketahui, yaitu:

  • Jangka waktu
  • Suku bunga
  • Cara pembayaran
  • Jaminan
  • Biaya administrasi

Semua karakteristik tersebut memang dibuat guna memaksimalkan manfaat yang bisa kamu nikmati dari produk perbankan satu ini.

3. Deposito

Deposito tetap menjadi primadona yang banyak dipilih orang sebagai investasi. Terutama, bagi para ibu rumah tangga yang masih takut berinvestasi saham maupun reksa dana.

Deposito merupakan salah satu produk simpanan perbankan yang memiliki jangka waktu penyimpanan. Selain itu, bunga yang ditawarkan deposito relatif lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Namun, ada penaliti jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Berikut, rumus perhitungan bunga deposito:

  • Keuntungan bunga = suku bunga x nominal uang deposito x hari / 365
  • Pajak deposito = biaya pajak x bunga deposito
  • Pendapatan bersih = jumlah investasi + (bunga deposito – pajak)

Umumnya, orang memilih deposito untuk mengamankan uangnya karena takut terpakai. Lagipula, kalau disimpan di tabungan biasa, selain berisiko bisa terpakai juga akan terpotong biaya administrasi bulanan. Dengan deposito, uang kamu juga akan semakin bertambah meski bunganya tak terlalu besar.

Inilah 3 Tanda Bahwa Kamu Memiliki Hidup Boros!

uang-online
Uang Online

Hampir setiap orang memiliki kecenderungan hidup boros yang bahkan gak disadari. Orang-orang seperti ini, biasanya terkejut, ketika di pertengahan bulan, duit habis entah ke mana.

Sayangnya, banyak yang gak menyadari kalau sebenarnya mereka itu hidup boros. Nah, kalau kamu adalah salah satunya, yuk sadari 3 hal yang menunjukkan kalau kamu itu sebenarnya hidup boros.

Kalau udah tahu, kamu bisa menentukan bagaimana harus bersikap, sehingga bisa melakukan langkah-langkah perubahan untuk hidup lebih hemat.

1. Sering berpikir, “Uang ke mana ya?”

Tanda pertama yang membuktikan kamu memiliki kebiasaan boros yaitu sering berpikir “duit ke mana ya, kok habis terus?”

Pasalnya, orang dengan hidup boros tidak akan pernah tahu untuk apa saja uangnya dikeluarkan. Hal itu tentu saja berbeda dengan orang hemat, yang selalu mencatat uang keluar dan uang masuk.

Jadi, kalau kamu sering bertanya kepada diri sendiri dan melupakan uang dikeluarkan untuk apa aja, berarti you’re spending too much.

2. Gak punya tabungan

Udah kerja lebih dari lima tahun, tapi tetap gak punya tabungan? Alasannya ya apalagi kalau bukan karena hidup boros.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengakui dengan alasan gajinya kecil. Padahal, tabungan itu sangat penting lho, gak perlu besar, sedikit pun tidak masalah asal konsisten.

Karena itu, setiap habis gajian disarankan agar kamu menyisihkan sedikit uangmu untuk ditabung. Ingat, kalau ada keperluan mendesak kamu gak harus pusing memikirkan dapat uang dari mana.

3. Gak punya budget

Salah satu cara agar pengeluaranmu gak keteteran adalah dengan membujetkan alias menganggarkan segala keperluan. Kalau gak, siap-siap aja kamu akan nyemplung ke lubang utang.

Tiba-tiba duit kamu sudah habis, tapi lupa kalau keperluan mandi belum dibeli. Langganan wifi belum kebayar, ternyata uang di rekeningmu udah tipis. Nah, kalau sudah begini sih itu tandanya hidupmu sangat boros.

Daripada kamu pusing terus di setiap bulan, coba deh mulai sekarang kamu membuat bujet alias mempos-poskan duit. Semua harus diposkan, mulai dari tabungan, kebutuhan bulanan, uang transportasi, uang makan hingga bujet untuk jalan-jalan.

Gak perlu membuat sistem budgeting yang mendetail. Yang penting, kamu tahu berapa jumlah uang yang harus kamu keluarkan setiap bulannya.