Menerapkan Prosedur Kesehatan di Sekolah yang Benar

Sudah sekian lama pandemi Covid-19 ini telah berjalan, dan kedepannya rencana sekolah akan dibuka kembali. Walaupun dibuka kembali, ini bukan berarti aktivitas belajar dikerjakan sepenuhnya dari sekolah tetapi sekolah juga akan masih mengaplikasikan evaluasi online. Hal ini karena prosedur kesehatan masih tetap harus dilakukan mengingat vaksin Covid-19 belum akan tersedia untuk semua orang ketika sudah keluar izinnya. Hampir sama dengan penerapan protokol kesehatan di era new normal atau kebiasaan baru, peraturan ini lebih tertuju kenapa lingkup sekolah. 

Sebab posisi responsif genting Covid-19 masih berlaku, otomatis seluruh sekolah harus menyiapkan diri. Ada 9 prosedur kesehatan yang perlu dikerjakan di sekolah. Berikut penuturannya.

1. Masuk secara bergiliran

Tiap kelas cuman bisa diisi setengah dari jumlah murid. Gantian bisa berbentuk kelas pagi dan siang atau 3 hari masuk dan 3 hari belajar online dari rumah.

2. Meja dan bangku memiliki jarak 1 mtr.

Physical distancing harus diaplikasikan di kelas. Meja dan bangku murid perlu ditata dalam jarak minimum 1 mtr..

3. Dipersiapkan thermogun

Seluruh murid harus dicheck temperatur badannya demikian masuk tempat sekolah. Guru atau petugas harus pastikan beberapa anak melalui satu pintu.

4. Seluruh menggunakan masker

Guru dan siswa harus menggunakan masker. Karenanya, sekolah harus mempunyai cadangan supaya setiap saat dapat digunakan.

5. Tiap kelas ada wastafel

Ini penting supaya seluruh anak dapat gampang membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir yang dekat kelasnya.

6. Kantin perlu ditutup.

Kantin ialah tempat berkumpulnya beberapa anak. Sebab tentu berlangsung keramaian, kantin harus ditutup.

7. Beberapa anak membawa bekal dari rumah

Untuk mempertahankan kesehatan, beberapa anak harus bawa bekal dari rumah. Mereka tidak boleh jajan.

8. Menggunakan sarung tangan

Meja, bangku, dan beberapa tempat spesifik pasti kotor sebab dipakai beberapa orang. Oleh karenanya, beberapa anak dan guru harus menggunakan sarung tangan.

9. Aktivitas kelompok ditiadakan

Upacara bendera, olahraga yang beregu, dan sholat berjamaah seharusnya dijauhi. Bila toh masih dikerjakan, jarak harus ditata atau social distancing diaplikasikan secara ketat.

Wabah COVID-19 belum kering. Korban lagi berjatuhan. Berarti, implementasi prosedur kesehatan harus dikerjakan secara ketat supaya sekolah tidak jadi cluster baru penyebaran virus Corona. Satu saja ada yang positif otomatis satu sekolah harus dikerjakan Rapid Tes Covid-19.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *