Beragam Risiko Investasi yang Harus Kamu Ketahui!

uang-elektronik
Uang Elektronik

Ada beragam risiko investasi yang bakal kita alami jika memutuskan terjun ke salah satu instrumen investasi. Masing-masing dari jenis investasi, memiliki toleransi risiko berbeda-beda

Kira-kira, indikator apa saja sih yang bisa digunakan buat menentukan profil risiko kita? Gimana kalau kita bahas lebih lanjut saja di bawah sini.

1. Risiko investasi bisa kamu ukur dari adanya tujuan

Ini merupakan cara yang paling mendasar dan tentunya harus ditentukan terlebih dulu sebelum memulai investasi. Hal ini perlu dilakukan saat kamu udah mengetahui risiko investasinya. 

Ketika tujuannya adalah digunakan buat dana pensiun, sah-sah aja memilih yang tinggi risiko. Karena tujuan investasi ini adalah untuk jangka panjang.

Tapi sebaliknya jika kita tujuan investasinya adalah jangka pendek atau menengah, maka carilah instrumen yang minim risiko. Tujuannya adalah agar dana kita tetap aman, gak berkurang di saat kita butuhkan.  

2. Dana darurat

Seseorang dengan saldo tabungan sebesar ratusan juta rupiah, mungkin gak memiliki utang, mungkin cocok bila investasi secara high risk, mengapa demikian? Karena bisa jadi dia memiliki dana darurat dengan jumlah yang ideal.

Alokasi dana yang ideal untuk investasi sejatinya berkisar antara 10 hingga 20 persen per bulan. Sekarang tinggal dilihat aja, 20 persen dari total penghasilan perbulanmu berapa? 

Jangan sampai kamu menggunakan seluruh danamu, termasuk dana darurat buat keperluan investasi dengan harapan mengejar keuntungan yang besar, itu bahaya lho.

3. Usia

Kapanpun seseorang bisa memulai bisnis atau sesuatu yang membuatnya menjadi orang yang sukses dan kaya. Namun dalam hal menyikapi toleransi risiko investasi, usia jelas menentukan banget lho.

Saat usia muda, bekerja keras dan mencari pekerjaan sampingan demi menebalkan dompet mungkin bukan halangan. Oleh karena itu, jika sewaktu-waktu investasi kita gagal, kamu masih bisa mencari sumber penghasilan lain buat menutupi kerugian tersebut.

Tapi apa kabarnya jika usia kita udah beranjak tua dan gak produktif lagi? Apakah investasi yang sifatnya high risk high returns ini masih cocok? 

Itulah tiga hal yang bisa dijadikan indikator untuk menentukan profil risiko investasi kita. Setelah ini semua terjawab maka kamu bisa mengenali profil risikomu, apakah konservatif, moderat, atau agresif.

3 Cara Efektif Memilih Reksa Dana Terbaik

uang-elektronik
Uang Elektronik

Reksa Dana merupakan salah satu instrumen investasi yang paling banyak dipilih oleh para pemula. Bentuknya berupa dana yang terkumpul dan nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi. Investasi tersebut bisa berupa saham, obligasi, atau deposito.

Kebanyakan pemula memilih instrumen investasi ini dikarenakan risikonya yang tidak terlalu besar. Selain itu kamu juga gak perlu mengeluarkan modal gede untuk bertahan. Nah, kalau mau lebih meminimalisir kerugian, ada baiknya perhatian 3 cara berikut sebelum bermain dengan reksadana.

1. Kenali produk            

Pada saat melakukan analisis pada suatu produk reksa dana, memang membutuhkan waktu lebih lama. Perlu kesabaran untuk konsisten dalam bermain reksa dana. Gak sedikit pula yang akhirnya menyerah dan mengandalkan keberuntungan semata.

Kalau akhirnya seperti itu sama saja dengan berjudi kan? Ada baiknya kamu banyak belajar pada ahli saham untuk lebih bisa mempelajari produk incaranmu tersebut. Agar kamy bisa lebih paham mengalokasikan uang di masa depan.

2. Tentukan jangka waktu

Investasi di bidang ini gak sama seperti jualan barang. Keuntungan gak bisa terlihat di hari yang sama. Perlu waktu beberapa bulan bahkan tahunan untuk melihat keuntungannya.

Ini merupakan langkah awal dimana kamu wajib menentukan jangka waktu. Disarankan agar kamu berinvestasi di reksa dana minimal 3-4 tahun untuk mendapatkan return terbaik. Jika kurang dari tiga tahun kemungkinan penurunan fluktuasi harga cukup tinggi.

3. Pahami umur produk

Setiap produk reksadana memiliki usia yang berbeda. Perbedaan pada umur tersebut berpengaruh terhadap return. Semakin lama suatu produk reksadana, keuntungan yang akan kamu dapat juga tinggi. Begitupula sebaliknya.

Meski hasilnya tidak setinggi yang kamu harapkan setidaknya bisa menjamin dapat keuntungan karena kinerja sudah teruji. Daripada kamu pilih produk yang belum teruji baik hanya bisa bermain spekulasi saja.

Reksadana yang berusia lama biasanya juga mematok harga tinggi. Wajar kok, kan sudah terkenal dengan reputasinya yang baik. Keuntungan yang didapat juga sesuai. Sebaiknya sih ukur kemampuan dengan peluang yang ada aja.

4 Ciri Penyedia Pinjaman Uang Terpercaya

uang-elektronik
Uang Elektronik

Kini, semakin banyak hal yang bisa dilakukan lewat online. Dari mulai belanja, order jasa transportasi, booking hotel, hingga pesan tiket pesawat, semua bisa dilakukan asal ada akses internet. Gak cuma itu, kamu juga bisa menikmati mudahnya mengakses fasilitas keuangan. Salah satu keuntungan yang cukup populer belakangan adalah pinjaman uang online.

Ada beberapa ciri yang menentukan apakah pinjaman uang online itu terpercaya atau gak. Seperti apa ciri-cirinya? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

1. Layanan pinjaman uang yang terdaftar dan terawasi OJK

Ini paling penting dan harus kamu cek lebih dulu. Salah satu ciri penyedia terpercaya itu bisa dicek statusnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan namanya terdaftar dan terawasi oleh OJK.

Karena fintech menjalankan kegiatan di sektor jasa keuangan, pastinya OJK bertanggung jawab buat melakukan pengawasan. OJK bakal memberi informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat mengenai perusahaan-perusahaan yang udah terdaftar di OJK.

2. Dapat review atau testimoni positif

Gak cuma meng-install, pengguna aplikasi juga bisa memberi review atau testimoni sebagai kesan mereka selama menggunakan layanan pinjaman. Layanan pinjaman terpercaya tentu aja bakal memberi testimoni yang bagus-bagus.

Beda dengan penyedia pinjaman yang meragukan atau gak bisa dipercaya. Pengguna tentu bakal menghujani penyedia aplikasi tersebut dengan testimoni-testimoni yang buruk.

3. Mematok bunga yang terbilang wajar

Sebenarnya masih belum jelas berapa bunga wajar yang harus dikenakan fintech saat memberi pinjaman uang online. OJK sendiri mengaku gak bisa ikut campur terlampau jauh dalam urusan pengaturan bunga.

Terus, gimana tahunya bunga pinjaman yang dipatok wajar atau gak? Mudah kok. Kamu tinggal bandingkan aja bunga-bunga pinjaman yang ditawarkan. Kalau ada satu penyedia pinjaman mematok bunga yang kelewat tinggi dibanding yang lain, lebih baik jangan meminjam dana di situ.

4. Telepon cuma buat verifikasi

Bukan cuma saat nagih utang diteleponi terus, ditawari pinjaman pun juga gencar banget lho ternyata. Namanya udah jelas-jelas pinjaman uang online. Terus buat apa juga ditelepon dan bertanya-tanya?

Boleh-boleh aja sih menelepon kalau itu sebatas verifikasi. Cuma yang gak wajar itu kalau berkali-kali menelepon cuma buat menawarkan pinjaman. Nah, kalau yang gencar seperti ini patut diwaspadai. Sekalinya terperangkap, kamu bisa jadi sapi perahan nanti.

Begini 4 Cara Menghemat Uang Bulanan yang Ga Nyiksa

uang-elektronik
Uang Elektronik

Cara menghemat uang memang bisa dibilang susah-susah gampang. Kalau dibilang susah, banyak orang berhasil menekan pengeluaran. Tapi kalau dibilang gampang, nyatanya tak sedikit orang gagal berkali-kali menyisihkan uang untuk berhemat.

Kalau kamu masih terus mengikuti nafsu impulsifmu, jangan pernah berharap bisa punya uang buat berangkat umrah. Bisa-bisa malah kamu yang terjerat utang kalau menjalankan gaya hidup hedon!

Untuk itu, kami ingin memberikan beberapa cara menghemat uang bulanan yang gak menyiksa dan bikin kantongmu tebal terus. Yuk, simak lima caranya di bawah ini:

1. Membuat anggaran

Cara menghemat uang yang pertama adalah, membuat anggaran bulanan dengan jelas.

Misalnya, apa saja pengeluaran pasif yang pasti kamu keluarkan setiap bulan. Seperti bayar cicilan mobil atau bayar listrik dan air untuk bantu orang rumah.

Dengan anggaran bulanan yang ketat, kamu akan terpacu fokus menjalankan perencanaan keuangan yang sudah dianggarkan hingga akhirnya bisa menghemat pengeluaran bulanan.

2. Langsung sisihkan pendapatan

Jika sudah membuat anggaran bulanan, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah langsung menyisihkan pendapatan saat gajian.

Dengan begitu, kamu jadi gak punya alasan untuk menunda penggunaan uang untuk pos-pos yang sudah ditetapkan.

Pasalnya, tak sedikit orang langsung merasa ‘tajir’ saat gajian. Ada yang langsung belanja baju atau bahkan traktir makan teman-teman. Ujung-ujungnya keuanganmu pun jadi amburadul. Kalau kamu terus boros seperti itu, jangan heran jika masa depanmu bakal suram.

3. Catat setiap pengeluaran

Sudah menghemat pengeluaran tapi kok uang masih ludes saja. Nah, itulah pentingnya kamu mencatat setiap uang yang sudah dikeluarkan.

Dengan begitu, kamu jadi tahu kemana larinya uang-uang kamu dan bisa lebih menekan pengeluaran yang gak penting.

Karena itu, mulai sekarang siapkan buku kecil dan catat setiap uang yang keluar dari kantong dan rekening kamu. Kalau perlu, bikin seperti jurnal agar lebih mudah dibacanya setelah akhir bulan.

4. Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan

Banyak orang tidak bisa berhemat karena mengeluarkan uang demi membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan.

Karena itu, sebelum mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apakah barang itu benar-benar kamu butuhkan. Kalau hanya keinginan, mending tahan diri deh! Itu juga kalau kamu hidup nyaman saat tua ya.

3 Cara Mudah dalam Mendapatkan Modal Usaha

uang-elektronik
Uang Elektronik

Modal usaha kadang sering sekali dijadikan faktor penghambat seseorang untuk berani membuka bisnis sendiri. Banyak yang berpikiran bahwa modal besar adalah kunci keberhasilan.

Terlepas dari modal kecil ataupun modal besar, banyak juga yang bingung gimana cara mendapatkan modal usaha. Apalagi cuman usaha sampingan yang dijalankan kalau ada waktu luang saja. Untuk bisa menjawab keraguanmu itu, simak dulu, beberapa cara untuk mendapatkan modal usaha.

1. Dari tabungan

Sesuai namanya, usaha sampingan hanyalah sebuah proyek waktu luang saja untuk menambah pundi-pundi pendapatan. Biasanya dijalankan oleh ibu rumah tangga, atau pekerja kantoran yang sudah memiliki pendapatan tetap setiap bulannya.

Nah bagi mereka, modal untuk membuka usaha bisa dimulai dari mengerahkan duit tabungan.

Caranya, sisihkan berapa persen gajimu untuk pos usaha. Lalu kalau sudah terkumpul banyak, tinggal mulai deh usahanya. Tapi kelemahannya untuk metode ini, kamu harus menunggu lama hingga uangnya mencukupi untuk modal. Sementara keuntungannya, kamu gak memiliki tanggungan ke pihak lain karena bukan modal pinjaman.

2. Menjual atau menggadaikan harta pribadi

Membuka usaha sampingan bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi jika masih awal. Kalian harus susah payah dan bekerja keras untuk mengembangkannya. Gak heran kalau terkadang kamu harus mengorbankan segalanya, mulai dari waktu sampai harta.

Dalam mencari modal misalnya, kalau kamu gak ada tabungan, tapi berkeinginan keras untuk menjalankan bisnis apapun pasti bakal dilakukan. Cara alternatif tercepatnya untuk mendapatkan modal yang cukup adalah dengan menjual barang-barang berharga atau menggadaikannya. Barang berharga bisa berupa perhiasan, alat elektronik, kendaraan atau lain-lainnya.

Karena cara ini diraih dengang mengorbankan aset berharga, maka kamu harus pergunakan uangnya seefisien mungkin untuk modal usaha.

3. Ajak rekan bisnis

Kalau kamu sedang kekurangan modal usaha, cobalah ajak temanmu untuk bergabung. Jadikan dia rekan bisnis yang sama-sama saling menguntungkan. Carilah teman yang memiliki minat dan selera yang sama agar dapat menjalankan usaha secara bersama-sama dan selaras.

Tawarkan dia keuntungan yang menjanjikan, misalnya sebagai investor dengan sistem mendapatkan keuntungan beberapa persen. Atau bisa juga dengan meminta dia untuk ikut terjun langsung menjalankan usaha dengan sistem bagi hasil.

Kartu Kredit Hilang? Segera Lakukan 5 Cara Mudah Ini

uang-elektronik
Uang Elektronik

Hal pertama begitu kamu menyadari kartu kredit hilang, pasti kepanikan yang luar biasa. Bagaimana tidak, pasalnya kartu tersebut sangat rentan disalahgunakan oleh orang lain. Bayang-bayang kartu kredit jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab pun akan selalu menghantui.

Nah, daripada kamu terus-terusan panik tanpa berbuat apapun, lebih baik lakukan beberapa hal ini.

1. Mengingat kembali tujuan bepergian hari itu

Hal pertama pastinya kamu harus mengingat kembali kemana saja lokasi yang didatangi. Urut satu persatu agar memudahkan kamu merinci kemana saja menggunakan kartu kredit tersebut sebagai alat pembayaran. 

Atau malah, bisa jadi kartu itu jatuh dari saku celana. Jika kamu kembali merunut ke jalan yang telah dilewati, barangkali kartu tersebut masih ada disana. Datangi sekali lagi tempat tersebut, manakala kamu bisa menemukannya. 

2. Mengingat setiap transaksi

Coba ingat-ingat kembali kamu menggunakan kartu kredit tersebut untuk transaksi apa saja. Dengan begitu bisa kamu runut satu-satu, dan kemudian menelepon pusat perbelanjaan apakah melihat kartu tersebut jatuh atau tertinggal. 

Bisa juga kamu mendatangi gerai merchant yang terakhir kali dikunjungi. Siapa tahu kartu kredit kamu memang tertinggal di sana.

3. Telepon Bank

Jika dua cara di atas sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil, segera telepon bank penerbit kartu kredit. Laporkan kalau kartu kreditmu hilang sehingga bank bisa memproses pemblokirannya. 

Hal ini tentu untuk mencegah hal tidak diinginkan terjadi. Jika tidak dengan segera melaporkannya, takut banyak transaksi yang sudah dilakukan orang jahat terhadap kartumu itu. 

4. Ajukan kartu kredit baru

Kamu perlu mengajukan pembuatan kartu kredit yang baru. Pembuatan kartu kredit baru bisa dilakukan di bank penerbit lama. Kamu wajib mengisi kembali formulir pendaftaran dan melengkapi syarat pembuatan tersebut. Sama ketika kamu baru saja membuatnya untuk pertama kalinya. 

5. Tenang

Jika segala sesuatu dilakukan dengan tenang, pasti semua akan berjalan lancar. Panik memang saat mengetahui kartu kredit Anda telah hilang. Apalagi jika sudah ada transaksi yang dilakukan oleh orang yang menemukan kartumu itu. 

Tetapi anggap saja ini teguran atas kecerobohan dalam menyimpan kartu kredit. Daripada kamu panik berkepanjangan, ada baiknya diselesaikan pelan, tenang dan hati-hati. 

4 Cara Nagih Utang ke Teman atau Saudara tanpa Rasa Bersalah

uang-elektronik
Uang Elektronik

Mau nagih utang ke teman atau saudara tapi gak enak? Jangan biarkan piutang yang kamu miliki jadi kerugian di kemudian hari.

Gimana juga utang tetaplah utang, terlepas dari yang ngutang siapa. Dan gak sedikit juga teman kita yang pura-pura amnesia atau lupa ingatan ketika utang itu ditagih

Buat kamu yang berada di posisi seperti ini, jangan patah arang ya dalam urusan nagih utang. Jika kamu gak enakan, gunakan saja lima kalimat ini ketika ingin nagih utang.

1. Bilang saja butuh uang bayar tagihan kartu kredit atau cicilan lain

Gak enak nagih utang dari teman dan saudara? Tagih saja di pertengahan bulan dengan bilang kalau tagihan kartu kreditmu sudah keluar dan kamu harus membayarnya.

Ketika mereka mendengar kalimat ini, mereka tentu tahu bahwasannya mereka telah berutang kepada orang yang juga punya utang. Nah, masa tetap gak mau balikin duit sih.

2. Harus transfer uang bulanan ke keluarga serumah

Kalau sudah urusan keluarga, sebut saja seperti ngirim uang ke orangtua atau sanak saudara lain, logikanya mereka yang berutang akan segera melunasinya. Jika tidak, jelas orang itu gak tahu diri.

Gunakan saja alasan ini ketika nagih hutang ke dia. Dan jangan lupa, tanyakan juga kapan mau ditransfer.

3. Butuh uang untuk makan sehari-hari

Kebutuhan sehari-hari emang gak sedikit, apalagi generasi milenial Jakarta juga punya gaya hidup yang cukup mahal. Gak heran kan kalau kadang di tanggal tua udah pada makan mie instan semua.

Nah, gunakan saja alasan ini. Bilang ke dia bahwa bulan ini adalah bulan terberat lantaran pengeluaranmu cukup besar. Dan kamu pun kekurangan uang buat makan, masa sih tetap mau nunda bayar utang.

4. Butuh uang untuk anggota keluarga yang lagi sakit

Bukan maksudnya mau nyumpahin keluarga kita sakit, tapi nagih utang juga wajib. So, berbohong demi kebaikan tampaknya harus dilakukan. Apalagi jika jumlah utang teman dan saudaramu cukup besar.

Namun sebelumnya, bicarakanlah dulu dengan orang rumah bahwa kamu terpaksa menggunakan cara ini mengingat kamu memiliki piutang. Dan kamu gak punya formula lain untuk menagih utang ke dia.

Masih gak berhasil juga? Lakukan hal yang tertera di poin ke lima.